Kemarin, 23 April 2008, fitri mencoba untuk melalui jalan pulang yang tidak pernah fitri coba. Niatnya si, memang coba-coba, tapi akhirnya malah jadi nyasar.
Saya memang seorang yang bisa dibilang cukup ‘buta arah’, ya.. memang ruang tiga dimensinya ga begitu bagus si! Jadi, biasanya saya lebih mengandalkan teman saya dalam perjalanan dan tidak memperhatikan jalan-jalan sekitar yang sudah saya lewati.
Alhasil, kalau disuruh kesana lagi sendirian, pasti jadinya nyasar. Makanya, kemarin saya sedang mencoba mengobati penyakit ‘buta arah’ ini.. yaitu dengan menyasar-nyasarkan diri.
Kebanyakan orang yang buta arah, langkah yang ia lalui ketika nyasar lebih seringnya adalah minta dijemput atau naik taksi. Padahal, sebenarnya nyasar itu menyenangkan. Kalau kita tersasar, dan jika kita bisa menemukan jalan pulang sendiri, kita pasti amat bahagia dan tidak akan melupakan jalan yang telah kita lalui itu. Dengan asumsi, “pasti bisa pulang” tentunya..
Walaupun penyakit ini belum hilang, tapi sedikitnya saya sudah mencoba dan ternyata merasakan bahwa menemukan jalan pulang sendiri ternyata menyenangkan.
Ni ada tips nyasar ala fitri:
- Kalo gak tau jalan pulang, jangan langsung nyetop taksi atau manggil ojek dkk nanti bisa-bisa kita dibohongin. padahal deket eh.. tapi malah diputar-putar
- Malu bertanya sesat di jalan. Memang benar itu motto! Jangan pernah merasa malu untuk bertanya pada orang-orang disana, dan disarankan kalau ingin bertanya, pilihan prioritasnya adalah abang ojek baru warung-warung atau toko dan setelah itu, orang-orang yang lewat-lewat.. kenapa abang ojek jadi prioritas utama? Karena abang ojeklah yang paling sering jalan-jalan, kalau warung atau toko, mereka bisa jadi tahu jalan dan bisa jadi tidak karena mereka mungkin saja menetap disana dan setelah itu orang-orang yang lewat karena yang ini paling sering (dan bisa jadi) bukan pribumi sana, seperti kita, sehingga ia juga tidak tahu jalan yang kita maksud.
- Jangan lupa juga selalu membawa alat komunikasi! Kalau tidak punya HP, bawalah kemana pun nomor teman, saudara atau siapa saja yang kita percaya. Hal ini sangat penting karena kalau kita benar-benar udah nangis-nangis di jalan, bisa nelpon de orang tersayang (baca: mama, papa, kakak, adek, saudara, n teman se-muhrim) atau bisa juga de kalau dah kepepet nelpon operator taksi atau pak polisi =)
Jadi,, jangan takut nyasar! Obat buta arah tu ya memang dengan nyasar karena akan jadi pengalaman berharga sehingga untuk yang kedua kalinya kita gak akan buta arah lagi..