Tanggal 27 Desember 2008, selepas waktu maghrib, fitri mendapatkan sebuah sms dari temanku yang berada di STAN. Isi sms tersebut adalah sebagai berikut.

“Mesir memblokade palestina, Israel semakin beringas membantai, terbunuh sekitar 200 warga palestina, ibu2 diperkosa dan anak2 ditembak. Sebarkan!”

Rasa terkejut menghampiriku, ‘Berita apa ini?’

Hingga akhirnya pada 28 Desember 2008 dari pagi hingga malam sms yang sejenis masuk ke dalam inbox hpku. Dan di setiap akhir sms ada arahan “Aksi Solidaritas Palestina, kumpul di Bundaran Psiko Jam 7. Tujuan Bundaran HI-Kedubes Mesir”

Sampai sore hari tanggal 28 Desember 2008, fitri masih belum mengerti apa sebenarnya yang sedang terjadi. Sampai akhirnya fitri melihat berita di TV tentang pengeboman besar yang dilakukan oleh zionis Israel -laknatullah- ke daerah pemukiman warga Palestina di Jalur Gaza. Sekitar >300 orang terbunuh dan >600 orang luka-luka. Anak-anak kecil, wanita, orang tua semuanya syahid dihantam oleh Israel. Tidak tanggung-tanggung bahkan bom yang menghantam warga Palestina adalah sebesar 50 ton! Bom itu pun menghantam masjid dan sekolah, tempat yang seharusnya tidak diperbolehkan terlibat dalam peperangan.

Berita singkat dari Cyber Sabili 29 December 2008:

 

Selama lebih dari 41 tahun Palestina di bawah penjajahan Israel, korban kali ini yang terbanyak. Lebih dari 271 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 800 lainnya luka-luka dalam serangan besar-besaran roket Israel Sabtu (27/12). Lebih dari 200 pesawat tempur F16 Israel meraung-raung di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak. Departemen Kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 271 warga meninggal dan 800 lainnya luka-luka. 200 di antaranya luka parah. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita. Kemungkinan korban akan terus bertambah. Jumlahnya bisa mencapai 350 orang….

 Sampai sore hari tanggal 29 Desember 2008 pun berita tentang pengeboman Palestina masih terdengar, bahkan hari ini, 30 Desember 2008, jumlah korban pun masih bertambah. Kali ini Universitas yang ada di Palestina pun menjadi sasaran pengeboman dengan alasan -yang tidak masuk akal- diduga laboratorium dalam universitas itu digunakan untuk membuat senjata baru untuk melawan Israel. Astaghfirullah..

Ketika rasa kemanusiaan itu menghampiri kami, ketika rasa marah menghantam jiwa, ketika rasa sedih mengharu dalam hati.. Maka inilah yang kami lakukan untuk menunjukkan rasa solidaritas kami untuk bangsa Palestina..

Inilah yang akhirnya menjadi dasar bagi kami, pelajar dan mahasiswa se-Indonesia menggelar aksi di berbagai tempat di Indonesia walaupun sedang hari libur nasional -Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 H-.

Aksi yang berlangsung di Jakarta bertempat di Bundaran HI. Aksi ini dimulai pada pukul 10.00. Pelajar SMA baik yang tergabung dalam KAPMI atau pun bukan datang berkumpul untuk menggelar aksi solidaritas ini -dari SMA-ku 81 juga ikut lho.. tergabung dalam kecamatan Duren Sawit bersama SMA 61 dan SMA 103-. Mahasiswa dari Jabodetabek + Bandung juga mengikuti aksi di Bundaran HI hari ini. Mereka semua yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti FSLDKN (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional), KAMMI, dll bergabung seolah satu barisan satu komando dalam aksi hari ini.

 

aksi11 

 

 

 

 

 

 

 

 Ribuan pelajar dan mahasiswa membanjiri Bundaran HI demi membela Palestina! Allahu Akbar!! Aksi yang dilakukan diwarnai dengan yel-yel, pengibaran bendera Indonesia-Palestina, spanduk, poster, deklarasi dengan 3 bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab, bahkan ada pula aksi pembakaran bendera Israel sebagai bentuk penolakan terhadap bangsa Israel.

 Teringat sambutan dari Ketua SALAM UI 1 Dekade, Achmad Fahrozi, kemarin pagi ketika pasukan dari UI akan segera berangkat menuju Bundaran HI, beliau berkata kira-kira redaksinya seperti ini,  ”Sebenarnya, aksi yang kita lakukan hari ini adalah aksi ILEGAL! Karena kita melakukan aksi ketika Hari Libur Nasional! Sampai tadi malam ketika mengontak polisi untuk menggelar aksi hari ini, polisi menyatakan melarang kita melakukan aksi hari ini karena itu berarti kita telah melanggar Undang-undang Negara. Tapi, Undang-undang itu masih kalah dengan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan: Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus DIHAPUSKAN! Jadi, polisi tidak boleh melarang kita!! Jika kita memilih untuk mengundur aksi yang dilakukan hari ini menjadi hari esok, maka berapa banyak lagi nyawa yang akan dikorbankan di Palestina??” Allahu Akbar!!

Dan itulah yang menjadi penyebab kami tidak jadi long march dari Bundaran HI ke Kedubes Mesir. Rencana ini dibatalkan karena tidak adanya izin tersebut dan dikhawatirkan akan membuat kerisuhan. Tapi kami yakin, suara kami, teriakan kami akan sampai ke Palestina. Doa yang kami sampaikan tidak hanya untuk Jakarta, tapi kami yakin doa itu akan sampai untuk saudara-saudara kami di Palestina.

 Untukmu jiwa-jiwa kami..

Untukmu darah kami..

Untukmu jiwa dan darah kami..

Wahai Al-Aqsa tercinta..

 

Kami akan berjuang

Demi kebangkitan Islam

Kami rela berkorban

Demi Islam yang mulia..

 

Untukmu Palestina tercinta..

Kami penuhi panggilanmu..

Untukmu Al-Aqsa yang mulia..

Kami kan terus bersamamu..

 

Ya Rabbi izinkanlah kami

Berjihad di PalestinaMu

Ya Allah  masukkanlah kami

Tercatat sebagai syuhadaMu

 

 

Palestina Tercinta

 -Shoutul Harokah-