*oleh-oleh dari Muslimah Gathering @FEUI 21 April 2009
By: Ustzh. Astriana (dengan tambahan dari Fitri)
Membangun rekayasa citra muslimah merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh para muslimah saat ini mengingat kondisi muslimah saat ini sudah menurun kualitasnya..
Pentingnya membangun rekayasa citra muslimah adalah karena muslimah adalah salah satu pilar pembentuk peradaban. Ia adalah seorang arsitek peradaban, yang dari padanya akan terlahir generasi-generasi baru yang menentukan peradaban di masa depan.
Seperti pada postingan fitri sebelumnya, yang ini, peran muslimah dapat dirangkum menjadi 3 yaitu mar’atushshalihah (wanita yang shalihah), zaujatul muthi’ah (istri yang taat), dan ummul madrasah (ibu yang pendidik). Ketiga peran tersebut adalah peran yang sangat strategis bagi wanita, selain untuk dirinya sendiri, peran-peran tersebut juga amat dibutuhkan oleh lingkungannya.
Untuk dapat memainkan ketiga peran ini dengan baik dan dapat membangun rekayasa citra muslimah saat ini, menurut Ustadzah Astriana, ada 4 daya yang perlu dimiliki oleh seorang muslimah.. berikut pemaparannya..
1. Daya Intelektual
Pada masa Kartini, beliau menuntut adanya emansipasi wanita, karena di kala itu wanita dianggap tidak perlu mendapatkan pengajaran dan pendidikan, karena tugas hidup seorang wanita hanyalah di dapur dan di rumah saja. Wanita pada masa itu dianggap hanya barang murah yang tidak perlu mendapatkan ilmu mungkin karena ilmu pada masa itu sangatlah mahal, hanya orang-orang kaya saja yang berhak mendapat ilmu.
Itu adalah pemikiran yang salah! Sebenarnya wanita sangat membutuhkan pendidikan karena kelak ia-lah yang akan mendidik anak-anaknya, memberikan pengajaran pertama pada anaknya akan hakikat kehidupan, dan masih banyak lagi.
Untuk masa sekarang, mungkin memang kita sudah mengenyam pendidikan, namun kita -wanita- tidak boleh berhenti disini saja! Seorang wanita harus mampu meningkatkan wawasannya. Meningkatkan wawasan itu dapat dilakukan dengan cara sering meng-update informasi, dengan membaca buku, majalah, menarik info dari internet, dll.
Antivirus aja butuh di-update, masa ilmu gak di-update?
Dan seharusnya, wanita juga menjadi ahli di berbagai bidang.. Misalnya programmer pertama, beliau bukan laki-laki lho! Bayangkan! Beliau adalah seorang wanita bernama Ada Lovelace..waw.. she’s very inspired me..
Selain ilmu, seorang wanita juga kudu’ kreatif! Mungkin kita sering terheran-heran saat mengamati ibu kita, mengapa beliau mampu memberikan solusi yang jitu untuk anaknya? Misalnya saat anak bayi menangis. Saat diserahkan kepada bapaknya untuk diurusi, tak jarang bayi-bayi itu akan terus menangis, akan tetapi saat sang ibu yang mengambil alih, anak itu akan diam dan menurut. Hal ini bukanlah hanya semata-mata bermain perasaan seorang ibu. Hal ini dibutuhkan kreativitas tingkat tinggi untuk menyelesaikan permasalahan. Dengan pemikiran yang cepat namun jitu, maka permasalahan itu dapat terselesaikan dengan cepat.
Tentunya tingkat ke-kreatif-an ini juga didukung oleh daya intelektualnya. Semakin ia banyak tahu berbagai ilmu, maka akan semakin banyak ia tahu cara untuk menyelesaikan permasalahan.
Dengan daya intelektual ini, seorang muslimah dapat lebih terpandang dan dihargai oleh lingkungannya. Karena zaman sekarang orang akan lebih menghargai orang yang memiliki ilmu dibanding yang tidak berilmu
2. Daya Manajemen
Daya kedua yang perlu dimiliki oleh muslimah adalah daya manajemen. Seorang wanita harus mampu menjadi seorang manajer (bukan dalam arti manajer perusahaan..) yang baik karena kelak ia akan menjadi manajer di rumahnya..
Jadi, kalau laki-laki adalah pemimpinnya, maka manajer yang baik adalah wanita.. Hal ini disebabkan karena wanita cenderung rapi dan teliti dalam melakukan berbagai hal. Misalnya saja ketika wanita sudah menjadi ibu rumah tangga, ia harus mampu mengatur waktunya dengan baik agar semua pekerjaannya dapat dilaksanakan. Mengatur kapan harus masak, mencuci, mengurus anak, bahkan jika ia adalah seorang wanita karir maka selain ia harus mampu mengatur urusan kerjanya, ia tetap harus memikirkan rumah tangganya..
mm.. mungkin inilah sebabnya urusan keuangan biasanya diurus seorang istri, bukan suami.. mungkin karena istri memang lebih ahli dalam mengatur keuangan..
mm.. mungkin ini juga alasan mengapa biasanya sekretaris atau bendahara adalah wanita.. mungkin karena kita -katanya- rapi! Ayo kita harus bangga! hehe..
Akan tetapi, daya manajemen ini tidak semata-mata sudah ada dan menjadi fitrah pada seorang wanita. Daya manajemen ini perlu dibangun dan dikembangkan, baik dengan cara berlatih memanajemen sesuatu atau pun membiasakan pola hidup yang teratur. Daya manajemen ini tidak hanya terpaku pada manajemen benda nyata saja.. maksudnya surat-surat, keuangan, dll.. tapi perlu juga kita mampu memanajemen waktu dan memanajemen orang lain agar kita dapat membentuk suatu integritas yang teratur.
(sambungannya nanti ya..)
April 25, 2009 at 3:38 pm
ditunggu lanjutannya mba