Aktivitas yang kita jalankan sehari-hari sering sekali menyita waktu kita. Mungkin pada awalnya kita merasa bersemangat menjalankan berbagai aktivitas tersebut. Tetapi, tidak dapat dipungkiri berbagai aktivitas yang dijalankan tersebut sering membuat kita merasa lelah, letih, bahkan mungkin bosan. Sebenarnya itulah dasar dari penulisan blog hari ini. Ketika saya sedang merasakan kebosanan akan berbagai aktivitas yang kujalani sekarang ini, bosan dan letih menghadapi ujian, tugas, deadline (dasar anak Fasilkom, suka deadline!) yang tidak ada henti-hentinya ditambah lagi berbagai aktivitas di luar akademis seperti membuat proposal, surat-surat, rapat, syuro, dll bahkan mendengar dering hp pun takut kalau-kalau ada jarkom syuro atau sejenisnya, fitri merasa bingung apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, bingung untuk meletakkan peringkat prioritas. Merasa segala yang kukerjakan berjalan ‘berantakan’ sehingga segalanya (walaupun berjalan) serba setengah-setengah, tidak ada yang tuntas dan berhasil sempurna.

Saat saya menceritakan apa yang sedang kurasakan saat ini kepada seorang temanku di kampus (Jazakillah ukh Mila :) ), dia memberikanku sebuah buku yang berjudul “Menikmati Demokrasi” karya Ust. Anis Matta. Walaupun hanya membaca bab pertama dari buku itu, tapi buku itu benar-benar memberikan inspirasi mendalam kepadaku. Judul bab pertama itu adalah judul dari postingan ini : “Mari Berhenti Sejenak”

Cuplikan di bawah adalah kutipan dari buku dan beberapa tambahan dari fitri :)

(lagi…)